Tuesday, December 18, 2012

Analisis Industri Ritel Indonesia




Oleh: Euis Soliha

Fakultas Ekonomi Universitas Stikubank Semarang





ABSTRACT



This article presents an overview the analisys of retail industry in Indonesia. Retail industry in Indonesia   grow rapidly. Industrial presence of modern retail basically exploits public shopping pattern especially middle-weight and to which do not want to mill around in traditional market. Analysis Five  Forces is used to analysis  retail  industry.  Analysis  five  force  is  bargaining  power  of  buyers, bargaining power of  suppliers, threat of new entrants, threat  of new substitute products, and rivalry among firms.







PENDAHULUAN



Masyarakat perkotaan kini dimanjakan oleh kehadiran berbagai pusat perbelanjaan. Bahkan lokasinya kadang- kadang di satu kawasan. Kondisi ini sangat menguntungkan karena masyarakat tinggal memilih gerai      mana      yang       akan dimasukinya. Ritel merupakan mata rantai yang penting dalam proses distribusi barang dan merupakan   mata  rantai   terakhir  dalam suatu proses distribusi. Melalui ritel, suatu produk dapat bertemu langsung dengan penggunanya.

Industri ritel  disini didefinisikan sebagaI industri yang menjual produk  dan jasa  pelayanan  yang telah diberi nilai tambah untuk memenuhi kebutuhan   pribadi,  keluarga,   kelompok, atau pemakai akhir. Produk yang dijual kebanyakan   adalah  pemenuhan       dari kebutuhan     rumah      tangga      termasuk sembilan bahan pokok.

Industri  ritel  di  Indonesia memberikan kontribusi  yang   besar terhadap  Produk  Domestik  Bruto  (PDB) dan  juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Sebagai negara yang membangun, angka pertumbuhan industri ritel Indonesi  dipengaruhi  oleh. . . . . . . . (read more)

No comments:

Post a Comment